Upaya pengembangan bank sampah ini, sambung Rizal, sebagai salah satu bentuk upaya untuk menekan volume sampah yang cukup tinggi dilingkungan masyarakatnya.
Pengelolaan bank sampah ini ditujukan untuk mewujudkan masyarakat yang peduli pada lingkungan. Disamping itu juga, menjadi pelopor pengolahan sampah berbasis masyarakat.
“Bank Sampah yang dikelola Bumdes ini, baru mencapai omset pada tahun lalu sekitar Rp50 juta. Dan mereka baru bisa memberikan PADes-nya kepada desa sebesar Rp15 juta,” bebernya.
Sementara itu, seorang warga Kampung Panyaweuyan, Desa Sirnaresmi, Adep (45) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terhadap sikap pemerintah desa yang tengah mengelola limbah rumah tangga melalui bank sampah.
Sehingga warga bisa menjual sampah plastik untuk ditukar menjadi uang rupiah maupun menikmati fasilitas internet gratis.
“Bank sampah itu menjadi konsep mengurangi volume sampah rumah tangga. Selama ini sampah rumah tangga berpotensi mencemarkan lingkungan.





