JAMPANGTENGAH – Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah saat ini mengalami krisis air bersih. Beberapa sumber air yang ada di wilayah ini sudah mulai mengering.
Sekretaris Desa Padabeunghar, Edrwar Nus BNB mengatakan, Desa Padabeunghar memiliki empat kedusunan. Yakni, Kedusunan Leuwipeundeuy, Panyidangan, Padabeungahar dan Kedusunan Cirampo. Namun, dari semua kedusunan yang ada, hanya Kedusunan Cirampo yang tidak mengalami krisis air bersih.
“Sekitar 80 persen warga Desa Padabeunghar kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan data yang tercatat di kantor Desa Padabeunghar, total jumlah jiwa di desa ini ada 7.392 jiwa. Namun yang mengalami kesulitan air bersih ada sekitar 4.000 jiwa. Kondisi seperti ini, sudah berlangsung sekitar satu pekan terakhir,” jelas Edwar saat di sambangi Radar Sukabumi di Kantor Desa Padabeunghar, Kamis (12/7).
Saat ini, ribuan warga ditiga kedusunan tersebut sudah ‘kelabakan’ mencari sumber mata air. Pasalnya, sumber mata air yang ada sudah mengering dan kini membutuhkan bantuan air bersih untuk dikonsumsi sehari-hari. Untuk mendapatkan air bersih, warga setiap hari terpaksa harus berjalan ratusan meter untuk mendatangi sumber mata air bersih dengan melewati kebun dan jalan yang terjal serta berliku.
Mereka mengambil mata air yang bersumber dari serapan akar pohon bambu yang lokasinya cukup jauh dengan pemukiman warga. “Kalau tidak ke kebun, warga di sini terpaksa menggunakan air sungai Cimandiri untuk keperluan sehari-hari,” bebernya.
Saat ini, Pemerintah Desa Padabeunghar tengah berupaya meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan air bersih. “Kami sudah laporan dan membuat proposal kepada BPBD untuk bantuan sarana air bersih,” ujarnya.





