“Program ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa. Masyarakat perlu ikut mengawasi agar distribusi gizi tetap tepat sasaran,” katanya.
Saat ini, yayasan yang dipimpinnya telah membangun lima dapur gizi di Sukabumi, termasuk di Nagrak, Karangtengah, Pawenang, dan Cisaat. BGN menargetkan pembentukan dapur baru di berbagai daerah seperti Karawang, Kediri, Tangerang Selatan, Aceh, dan Bengkulu hingga akhir tahun.
Untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dapur kecil berkapasitas di bawah 1.000 penerima manfaat juga akan dibangun. Program ini dijadwalkan mulai berjalan setelah pendataan rampung bulan depan.
“Kick off sedang dikaji BGN. Insya Allah akhir bulan depan sudah mulai pendataan serentak oleh koordinator wilayah,” tutupnya.
Dengan hadirnya SPPG Cisaat, diharapkan upaya pemerintah dalam mencegah stunting semakin kuat dan memberi dampak nyata bagi ribuan keluarga di Kabupaten Sukabumi.(den/d)






