Lebih lanjut ia menjelaskan, DT Peduli Sukabumi sengaja telah memberikan bantuan kaki palsu kepada Santri. Lantaran, ia telah mengalami kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor pada tahun 2002 silam. Sehingga mengharuskan kakinya untuk dilakukan amputasi.
“Tetapi bertahan tidak mau diamputasi. Akhirnya dikarenakan desakan keluarga dan yang bersangkutan merasa harus diamputasi, maka dilakukan amputasi pada 2015 lalu. Setelah diamputasi, yang bersangkutan hanya mempunyai usaha warung kopi,” singkatnya.






