DATA COVID-19 Update : 1 April 2020 pukul 16.00 WIB
Kasus PositifMeninggalSembuh
DKI Jakarta

808

85

50

Jawa Barat

220

21

11

Indonesia

1.677

157

103

Dunia (202 Negara)754.94836.531
KABUPATEN SUKABUMI

Cuaca Ekstrim, 9 rumah di Terjang Angin Kencang

SUKABUMI – Hujan deras disertai angin kencang telah menyebabkan bencana alam. Kali ini, terdapat sembilan rumah warga yang terdampak dari bencana angin puting beliung, kemarin (18/2). Meski tidak ada korban jiwa, namun warga mengalami kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, terdapat sembilan rumah warga yang mengali kerusakan setelah diterjang angin kencang. Yakni, satu rumah warga di Kampung Rawa Gede, RT 4/5, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar dan delapan rumah warga di Kampung Benteng, RW 5, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug.

“Berdasarkan laporan petugas relawan di lapangan, angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Cicurug itu, terjadi sekira pukul 13.30 WIB. Sementara, bencana di wilayah Kecamatan Curugkembar terjadi sekira pukul 16.30 WIB,” jelas Koordinator Pusdalop BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi, kemarin (18/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan, delapan rumah di Kecamatan Cicurug yang diterjang angin kencang, telah mengalami kerusakan dengan kategori sedang dan rusak ringan. Sementara, rumah panggung warga Kecamatan Curugkembar yang diterjang bencana itu, telah mengalami kerusakan cukup berat.

“Hasil dari asessment sementara petugas di lapangan, jumlah kerugian materil akibat bencana di wilayah Cicurug ini, sebesar Rp30 juta. Sementara, jumlah kerugian di wilayah Curugkembar sebesar Rp20 juta,” bebernya.

Menurut Daeng, mayoritas kerusakan bangunan rumah yang tersapu angin itu, mengalami kerusakan di bagian genting dan atapnya.

Loading...

Untuk mengantisipasi terjadinya resiko bencana alam, BPBD Kabupaten Sukabumi terus menghimbau kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaannya. “Apalagi cuaca ekstri saat ini, sangat berpotensi terhadap bencana alam,” pungkasnya. (den)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button