Kepala MIS Tegalpanjang, Ade Sohari, menyebut Saryono sebagai sosok teladan. Meski sekolah berada di daerah terisolir dan minim sinyal, ia tak pernah absen.
“Beliau selalu datang pagi-pagi, tak pernah mengeluh. Kami sangat mengapresiasi dedikasinya,” kata Ade.
Sekolah pun masih kekurangan ruang kelas. Dari 93 siswa, ruang belajar harus dipakai bergantian pagi dan siang. Ade berharap perhatian pemerintah tak hanya untuk nasib Saryono, tapi juga sarana pendidikan di sekolahnya.
“Beliau bukan hanya guru senior, tapi panutan kami semua,” tandasnya. (ndi/d)




