Meski begitu, pria berpeci ini mengaku enggan mengganti usahanya dengan jasa percetakan digital. Ia mengaku masih tetap ingin melanjutkan usahanya ini.
Baginya, mengukir sebuah huruf atau melukis adalah suatu kepuasan untuk menyalurkan hobi. Maklum saja, bakat seni Acun diturunkan oleh sang ayah tercinta.
“Senang saja kalau menggambar atau mengukir tulisan itu, jadi bakat saya tersalurkan,” ucapnya.
Untuk terus mengembangkan bakatnya tersebut, kini ia menyediakan jasa pembuatan batu prasasti dan batu nisan.”Alhamdulillah kalau nisan sama prastasi itu pesanannya banyak, hampir tiap hari ada,” jawabnya singkat.
Selain untuk mengembangkan hobi, secara manual tulisan lebih rapi dan terlihat memiliki nilai seni. Acun yang saat ini tengah menikmati masa tuanya pun sangat bersyukur. “Alhamdulillah, putra pertama Saya mau meneruskan usaha yang sudah turun menurun ini,”urainya. (*)



