“Baldatun memaknai hadist mengusap tidak hanya seremoni saja, tetapi lebih jauh yakni dengan memperhatikan pendidikan dan kesehatannya. Intinya baldatun ingin anak yatim bahagia dengan cara menyenangkan hatinya, ada beberapa program yang dijalankan mulai dengan memberikan hadiah, pakaian dan makanan sering dilakukan. Apalagi setiap Jumling saat berjalan, baldatun melakukan kegiatan rutin menyantuni anak yatim, “tegasnya.
Baldatun berharap para anak yatim yang jumlanya 1.800 ini setidak-tidaknya ketika hari yang seharusnya bahagian mereka sedih, mereka anak yatim memerlukan kasih sayang seperti anak-anak lainnya. Disini Baldatun Hadir, bahkan sebelumnya diriny juga mendorong pemerintah agar mendata anak-anak yang ditinggal ayah dan ibunya akiba covid-19, tujuannya agar mereka dijaga dan diperhatikan pemerintah.
BACA JUGA : Ketua DPR RI Puan : Melawan Covid-19 Sama Seperti Perang Dunia II
“Ya saya mendorong pemerintah, ketika anak-anak menjadi korban akibat orang tuanya meninggal akibat covid-19, negara harus hadir minimal memberikan perhatian lebih. Jika makmur yatimnya, saya percaya maka akan makmur warganya. Saya tegaskan tolong pemerintah daerah data anak yatim yang meninggal orang tuanya akibat covid-19, “tegasnya






