Sebab itu, ia telah mengingatkan kepada para kepala desa yang pada beberapa waktu lalu melakukan study banding ke Bali. Karena, ia menilai apa yang akan ditiru oleh para kepala desa di Kabupaten Sukabumi ini. Seperti budayanya tidak memungkinkan jika dibawa untuk diimplementasikan di Kabupaten Sukabumi.
“Iya, karena sudah saya sampaikan juga sulit pada prilaku orang kita. Di Palabuhanraru saja, musim liburan itu, dari harga minuman mineral yang biasanya Rp5 ribu bisa naik menjadi Rp15 ribu dan roko yang Rp15 ribu menjadi Rp50 ribu. Belum lagi tiap-tiap parkir 100 meter itu kena biaya parkir. Sehingga, per 20 Desember itu, saber pungli akan kita fungsikan. Nah, itu yang kita dorong dan kita sosialisasikan serta diedukasi, tetapi masyarakat kita tidak mau berubah. Itu suatu kesulitan. Mudah-mudahan generasi milenial ini, bisa merubah dibantu dengan teman di Radar Sukabumi untuk mengedukasi, karena ini sangat sulit,” pungkasnya. (den/d)






