KABUPATEN SUKABUMI

Budaya Faham Al-Quran Wajib Dilanjutkan

×

Budaya Faham Al-Quran Wajib Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini

Pada intinya, dirinya berharap apa yang dilakukan oleh orang tua zaman dulu dimana setiap anak remaja bahkan orang tua masih melakukan atau melaksanakan semacam tradisi membaca Al-Qur’an setelah sholat magrib. Nah, ini yang mulai terkikis. Padahal jika dilakukan, akan baik bagi bagi kehidupan masyarakatnya. Setidaknya bisa meredam hawa nafsu yang ada pada dirinya masing-masing.

“Ya beginilah, ‘setolol-tololnya’ orang jika masih melakukan baca Al-Quran, apalagi memahami hingga mengamalkan, tentu kelakuan dan emosinya bisa terkontrol dengn baik. Tidak mungkin melakukan perbuatan yang melaupui batas,” lanjutnya.

Bank bjb Tandamata

Untuk itu, dirinya memohon doa dan dukungan untuk bisa melanjutkan budaya baca, faham dan amal Al-Quran dengan sempurna. Bahkan, selain memiliki program tersebut, dirinya juga bercita-cita mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran, dan pada akhirnya bisa membangun Kabupaten Sukabumi umumnya Indonesia hingga dunia dengan tatanan kehidupan Al-Quran.

Kemudian tak hanya itu, dirinya juga terus mengelorakan tradisi menyantuni yatim piatu yang belum aqil baligh demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Sukabumi yang sejahtra lahir dan batin. “Mari kita wujudkan bersama-sama agar budaya baca, faham dan amal ini bisa terus bisa digulirkan,” tukas Ade Dasep.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, sebagai Angota Legislatif (Aleg) 2014-2019, tentu dirinya masih punya Pekerjaan Rumah (PR) untuk masyarakat khususnya di wilayah Dapil III yang meliputi Kecamatan, Cibadak, Cikidang, Nagrak, Caringin, Cicantanyan dan Cikembar.

“Saya rasa, jika budaya baca sudah digulirkan, sekarang tinggal menggulirkan budaya faham. Bagaimana caranya, nanti saya akan perlihatkan bagaimana bisa mewujudkan budaya faham Al-Quran itu hingga pada akhirnya menjadi budaya amal Al-Quran,” tukasnya. (hnd)