Soal Status Bencana Pergerakan Tanah di Nyalindung, BPBD Sukabumi Jawab Begini

  • Whatsapp
BPBD Kabupaten Sukabumi saat meninjau lokasi retakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.

NYALINDUNG, RADARSUKABUMI.com – Bencana pergerakan tanah yang menimpa sejumlah titik di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi kian parah tiap harinya. Lantas pertanyaan soal status kebencanaan pun menyeruak lantaran belum ada kepastian. Lantas, apa alasan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi?

Menjawab pertanyaan ini, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, dirinya membenarkan soal bencana pergerakan tanah di Ciherang tersebut, belum memiliki status kebencanaan.

Bacaan Lainnya

“Untuk sementara BPBD Kabupaten Sukabumi belum bisa mendirikan status bencana, karena hasil kajian dari BMKG belum keluar,” jelas Eka kepada Radar Sukabumi, Rabu (03/02/2021).

Dirinya mengaku, bahwa BPBD Kabupaten Sukabumi sudah mengajukan permohonan sejak awal Januari 2021. Namun sampai saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi belum menerima hasil kajian dari BMKG. “Sehingga syarat dasar untuk menentukan status kebencanaan di wilayah ini belum keluar, ketika kajian teknis yang dilakukan BMKG belum keluar,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku BPBD Kabupaten Sukabumi sudah melakukan tindakan berupa upaya penanganan sementara dan BPBD sendiri sudah hadir sejak pergerakan tanah itu terjadi sejak 13 Desember 2020 lalu. “Kami bersama para relawan, di lokasi bencana sudah mendirikan tenda darurat. Selain itu, kami juga membantu proses evakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Salah satunya, ke Gedung SDN Ciherang,” pungkasnya. (Den/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *