“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menghaturkan terimaksih kepada Baznas Provinsi Jabar dan Baznas Kab/Kota se-Jawabarat, semoga segala amal kebaikan ini dibalas Allah SWT. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana merelokasi rumah para korban ini ke tempat yang lebih aman untuk ditingali,” pungkasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, meskipun masa tanggap darurat telah berakhir, namun bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus mengalir. “Alhamdulillah bantuan tidak berhenti hingga saat ini, bahkan terus bertambah untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok ini,” kata Kepala Desa Sirnaresmi Iwan Suwandi
Menurutnya, bantuan yang datang tersebut berasal dari berbagai elemen, baik perseorangan, kelompok maupun organisasi dan lembaga lainnya. Ini menunjukan kepedulian terhadap korban bencana tanah longsor cukup tinggi, bahkan persediaan kebutuhan dasar untuk korban mencukupi. Lebih lanjut dirinya mengatakan, bantuan yang diberikan dari donatur atau para dermawan ini berupa beras, makanan instan, pakaian layak pakai, kasur, hingga perabotan rumah tangga.
Bantuan ini pun langsung disalurkan kepada para korban selamat maupun ahli waris sehingga seluruhnya sudah mendapatkan bantuan beberapa kali. “Dalam penyaluran bantuan ini kami pun melibatkan ketua rukun tetangga (RT) setempat, bahkan bisa ditanyakan langsung sudah berapa kali korban menerima bantuan. Yang terpenting saat ini adalah kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi,” tambahnya.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi Sukabumi mengingatkan jangan sampai ada yang melakukan pungutan liar (pungli) kepada korban bencana tanah longsor di, Kampung Garehong, Dusun Cimapag. “Kami akan mengawasi proses pascamasa tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok untuk antisipasi adanya oknum yang memanfaatkan bencana ini dengan cara melakukan pungli atau mengutip sejumlah uang,” jelasnya.
Menurutnya, jika ada yang mengatasnamakan relawan atau lembaga swadaya masyarakat maupun oraganisasi kemasayarakatan mendatangi korban bencana untuk mengutip sejumlah uang dan pungli dengan alasan untuk biaya pencairan dan evakuasi lalu, harus segera dilaporkan. Sebab semua biaya untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi korban bencana sudah ditanggung.
Bahkan relawan pun ikhlas dalam melakukan operasi kemanusiaan tersebut tanpa mengenal pamrih meskipun harus berjuang di bawah terik matahari dan terancam keselamatannya karena lokasi bencana rawan terjadi bencana susulan. Maka dari itu, pihaknya akan mengawasi pada masa transisi darurat bencana agar seluruh proses seperti penyaluran bantuan dan lainnya berjalan lancar.
Selain itu, korban pun merasa nyaman tidak terganggu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga mengganggu proses pemulihan psikologisnya. “Kami imbau kepada seluruh korban bencana tanah longsor ini jangan percaya kepada siapapun oknum yang meminta sejumlah uang dengan alasan apapun, jika ada segera laporkan maka akan langsung kami tindak,” tambahnya.
(ren)






