KABUPATEN SUKABUMI

Bappelitbangda Sukabumi Perkuat Aksi Konvergensi untuk Percepatan Penurunan Stunting 2025

×

Bappelitbangda Sukabumi Perkuat Aksi Konvergensi untuk Percepatan Penurunan Stunting 2025

Sebarkan artikel ini
Berikut adalah versi naskah advertorial yang telah saya poles dengan gaya jurnalistik yang lebih tajam, alur yang lebih runtut, dan judul yang lebih menarik: --- *ADV* 📸 FOTO: UNTUK/RADARSUKABUMI _Kantor Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi_ *🧒 Bappelitbangda Sukabumi Perkuat Aksi Konvergensi untuk Percepatan Penurunan Stunting 2025* *PALABUHANRATU —* Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan konvergensi lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penurunan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2025 yang digelar oleh Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi. Kegiatan berlangsung di Bale Pangripta, Kompleks Perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, dan diikuti oleh para pelaksana teknis dari berbagai perangkat daerah. *Perencanaan Berbasis Data, Eksekusi Tepat Sasaran* Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha Wildan Athoilah, menyampaikan bahwa Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas petugas di lapangan agar mampu menyusun perencanaan dan melaksanakan program pencegahan stunting secara efektif. “Perencanaan harus tepat sasaran, terukur, dan berbasis data. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap petugas memiliki kemampuan yang memadai,” ujar Toha. Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mencapai target nasional penurunan stunting. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga menjadi faktor penting agar program berjalan lebih terintegrasi. *Empat Fokus Utama Bimtek* Toha merinci bahwa kegiatan ini memiliki empat tujuan utama: - Meningkatkan kapasitas petugas dalam penyusunan program pencegahan dan penurunan stunting - Memperkuat perencanaan daerah agar intervensi lebih tepat sasaran - Mendorong koordinasi dan kolaborasi antarpihak secara terintegrasi - Memastikan kebijakan berbasis data untuk mendukung evaluasi dan peningkatan kualitas program “Semua ini bertujuan untuk mendorong pencapaian target nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya. *Harapan Implementasi Nyata di Lapangan* Toha berharap hasil dari Bimtek ini dapat segera diimplementasikan oleh para peserta di lapangan. Ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak. “Dengan pemahaman yang sama, kita bisa bergerak lebih cepat untuk memastikan generasi masa depan Sukabumi tumbuh sehat dan berkualitas,” pungkasnya. --- Jika kamu ingin versi ringkas untuk media sosial, siaran pers resmi, atau infografis pendukung, saya siap bantu menyusunnya juga!
Kantor Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi

PALABUHANRATU — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan konvergensi lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penurunan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2025 yang digelar oleh Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan berlangsung di Bale Pangripta, Kompleks Perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, dan diikuti oleh para pelaksana teknis dari berbagai perangkat daerah.

Bank bjb Tandamata

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha Wildan Athoilah, menyampaikan bahwa Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas petugas di lapangan agar mampu menyusun perencanaan dan melaksanakan program pencegahan stunting secara efektif.

“Perencanaan harus tepat sasaran, terukur, dan berbasis data. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap petugas memiliki kemampuan yang memadai,” ujar Toha.

Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mencapai target nasional penurunan stunting. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga menjadi faktor penting agar program berjalan lebih terintegrasi.

Toha merinci bahwa kegiatan ini memiliki empat tujuan utama:

  • – Meningkatkan kapasitas petugas dalam penyusunan program pencegahan dan penurunan stunting
    – Memperkuat perencanaan daerah agar intervensi lebih tepat sasaran
    – Mendorong koordinasi dan kolaborasi antarpihak secara terintegrasi
    – Memastikan kebijakan berbasis data untuk mendukung evaluasi dan peningkatan kualitas program

“Semua ini bertujuan untuk mendorong pencapaian target nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Toha berharap hasil dari Bimtek ini dapat segera diimplementasikan oleh para peserta di lapangan. Ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak.

“Dengan pemahaman yang sama, kita bisa bergerak lebih cepat untuk memastikan generasi masa depan Sukabumi tumbuh sehat dan berkualitas,” pungkasnya.(ndi/d)