Sementara itu, Samsudin, Ketua RT 2/6 Kampung Genteng, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan menjelaskan, sebelum penyaluran Bansos Rastra dirinya mendapat tugas dari desa untuk mengumpulkan kartu merah putih (sebutan lain KKS, red). Namun hingga bantuan turun, pemilik KKS dari lingkungannya tidak kunjung mendapatkan panggilan.
“Jumlah KKS di lingkungan saya ada 18 orang, tapi yang menerima hanya empat orang itu pun tanpa sepengatahuan RT,” ujarnya.
Dirinya berharap, pemerintah transparan tentang Bansos Rastra ini. Pasalnya, ia kerap didatangi warganya dan menyoalkan pembagian Bansos Rasta ini. “Saya bingung pak, warga pada datang ke rumah. Padahal programnya juga sama sekali tidak tahu karena tidak ada sosialisasi, selain itu pas nanya ke desa juga kebingungan. Saya minta agar ada transparan seperti apa programnya dan siapa saja penerimanya,” imbuhnya.
Dihubungi secara terpisah, Camat Cicantayan, Abdul Rivai mengaku baru mendapatkan laporan soal ini. Ia berjanji akan segera menindak lanjuti supaya Bansos Rastra ini tepat sasaran. “Oh tentu, ini akan langsung saya tindak lanjuti,” timpal Rivai.
Mantan Cibadak ini mengungkapkan, Bansos Rasta sudah dilakukan sosialisasi pada awal tahun ini kepada seluruh kepala desa. Menurutnya, keluarga penerima manfaat ini merupakan warga yang tidak punya dan memiliki kartu KKS.
“Dan itu gratis, masing-masing KPM mendapatkan 10 kilogram. Pokoknya saya akan tindak lanjuti persoalan ini,” pungkasnya.
(Cr15)



