Bambang Rudiansah Nahkodai HKTI Kabupaten Sukabumi

  • Whatsapp
Bambang Rudiansah terpilih secara aklamasi dalam Muskab sebagai Ketua DPK HKTI Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI — Setelah menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sukabumi, akhirnya Bambang Rudiansah resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) HKTI Kabupaten Sukabumi periode 2020-2025.

Muscab yang dipusatkan di Villa Bukit Baros, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes pada Senin (12/10) lalu ini, Bambang Rudiansah terpilih sebagai ketua secara aklamasi.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Dewan Pengurus Provinsi Jawa Barat, Barna Soemantri menjelaskan, Musda di Kabupaten Sukabumi seharusnya sudah diselenggarakan pada April 2020 lalu.

Namun, karena ada hal lain, sehingga Musda baru dapat dilaksanakan saat ini. Tentunya Muscab ini dinyatakan legal dan sah, termasuk kepengurusan yang terpilih pada periode tahun 2020-2025.

“Kami atas nama pimpinan Jawa Barat mengucapkan penghargaan kepada panitia yang sudah berjuang menyelenggarakan Muscab ini. Semoga terbentuk pengurus yang bisa memikirkan kesejahteraan petani,” kata Barna yang merupakan perwakilan dari Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) HKTI Jawa Barat ini.

Lebih lanjut ia menjelakan, HKTI merupakan wadahnya gerakan petani. Apabila bergabung dalam organisasi ini, harus mempunyai semangat membangun pertanian serta berjuang mensejahterakan kaum tani.

“HKTI adalah organisasi yang independen dan tidak berafiliasi dengan parpol manapun. Jadi siapapun dan dari parpol mana pun dapat bergabung disini. Iya, yang penting mempunyai semangat dalam membangun pertanian,” paparnya.

Sementara itu, Ketua terpilih DPK HKTI Kabupaten Sukabumi, Bambang Rudiansah mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada panita dan seluruh pihak sehingga Muskab dapat terelenggara sesuai harapan.

Pihaknya mengaku, akan berkomitmen di masa kepemimpinannya akan memperjuangkan kaum petani Indonesia. Khususnya di Sukabumi, agar dapat mendapatkan kesejahtraan.

“Iya, kita akan memperjuangkan nasib petani agar dapat sejahtera. Seperti, petani harus memiliki lahan pertanian sendiri dengan pengairan yang memadai,” katanya.

Kesejahtraan petani harus diperjuangkan semaksimal mungkin. Ini merupakan salah satu faktor yang dapat menjadikan bangsa Indonesia berdaulat di bidang pangan, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, peran pemerintah daerah juga harus dapat lebih memperhatikan kesulitan keadaan para petani. Untuk itu, dalam kepemimpinannya, ia akan terus mengawal dan menjadi penyambung aspirasi petani kepada pemerintah.

“Petani tani Indonesia harus dilindungi kesejahteraannya, salah satunya dengan cara memfasilitasi para petani untuk memiliki kartu tani. Sebab, kartu tersebut mempunyai manfaat yang baik bagi para petani.

Iya, kartu tani itu dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi atau jaminan agar petani dapat membeli pupuk bersubsidi,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *