Baldatun Dorong Pemerintah Miliki data Khusus Anak Yatim yang Terimbas pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Ade Dasep
MENYANTUNI : Pendiri sekaligus Penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin saat menyantuni 130 Anak Yatim Piatu yang belum Baligh pada Jumat (31/07)

SUKABUMI — Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin mendorong pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mendata jumlah anak-anak yang ditinggalkan akibat orang tuanya meninggal karena terpapar virus covid-19. Dirinya juga menkritik kinerja pemerintah yang sampai saat ini data lengkap berapa jumlah anak yatim belum tersedia. Pasalnya, data tersebut sangat berguna bagi pemerintah dan kita agar bisa memberikan perlindungan kepada mereka (anak yatim red) yang ditinggalkan orang tua akibat Covid-19.

“Sampai saat ini, mungkin jumlahnya ada ribuan atau bahkan ratusan ribu untuk di Indonesia. Sementara untuk di Sukabumi, ada kemungkinan ratusan anak yatim baru. Nah ini, seharusnya diperhatikan dan didata sama pemerintah agar mereka mendapatkan hak perlindungannya, “jelas Ade Dasep Zaenal Abidin yang juga sebagai Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi

Bacaan Lainnya

Menurut, Kordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi ini melanjutkan, bahwa bentuk perlindungan bisa saja dengan melakukan santunan hingga pengasuhan. Orang yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi ini juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk bertanggungjawab terhadap masa depan anak-anak yang menjadi korban tidak langsung akibat orang tuanya meninggal.

“Negara harus hadir untuk keberpihakan kepada anak yatim, karena saya yakin bahwa ketika negara bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak ini dengan memakmurkannya. Maka insya allah, negara ini dengan perlahan akan bangkit dari pandemi, itu janji Allah dalam Alquran, “jelasnya.

Sejauh ini, apa yang dilakukan baldatun dengan memberikan santunan, bantuan kesehatan dan beasiswa pendidikan kepada anak yatim di 6 Kecamatan yang ada di Dapil III memanglah sangat terbatas, tetapi ketika hadirnya pamerintah daerah maupun pusat dengan memperhatikan khusus anak-anak ini setidak-tidaknya bisa meringankan beban mereka. orang yang juga sebagai Sekretaris komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Gerindra berharap bahwa dorongan ini tidak hanya didengar saja tetapi segera diambil kebijakan untuk segera mendata berapa jumlah anak yatim baru di Kabupaten Sukabumi.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya kita memberikan perhatian lebih. Kahadiran pemerintah harus ada disetiap waktu saat rakyat membutuhkan.Jangan sampai ada anak yang putus sekolah dan depresi akibat ditinggal orang tuanya meninggal. Ini harus diperhatikan oleh pemerintah, karena dalam memimpin rakyat itu nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di Akhirat kelak, “terangnya.

Lebih lanjut orang yang juga sebagai Ketua Komwil PPS-SMI Sukabumi mengatakan, kalau dampak secara langsung mungkin saat ini tidak akan terasa. Tetapi akan terasa setelah tiga atau empat tahun kedepan, ketika anak-anak ini kehilangan arah dan terjerumus kepada hal hal yang negatif.

“Saya merasakan betul, karena setiap minggunya berinteraksi dengan mereka. ketika anak yang masih membutuhkan orang tua kemudian ditinggalkan. Perasaan mereka hancur, mereka hanya butuh perlindungan dan perhatian untuk kembali menjalankan kehidupannya, “cetusnya

Orang yang diketahui sebagai Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi juga menyarankan kepada pemerintah perlu membangun komunikasi dengan masyarakat tentang perlunya keluarga mempersiapkan mitigasi risiko. Di dalam mitigasi risiko, ketika ayah atau ibu terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri, mereka perlu sesegera mungkin berbicara dengan anggota keluarga besar tentang siapakah yang selanjutnya akan merawat dan membesarkan anak-anak mereka jika hal yang terburuk terjadi, salah satu atau kedua orang tua meninggal. Mitigasi ini perlu terutama jika anak yang ditinggalkan masih balita atau masih di bawah umur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *