Awas, Desa Kertajaya Simpenan Rawan Longsor

Alat berat saat proses evakuasi material longsor yang menimbun ruas jalan desa, tepatnya di Kampung Pojok, RT 23/5, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan.

SIMPENAN — Memasuki musim hujan, pemerintah Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, menghimbau kepada seluruh warganya untuk meningakatkan kewaspadaannya mengenai ancaman bencana alam di musim hujan. Seperti bencana banjir dan longsor.

Kepala Desa Kertajaya, Asep Yusnandar mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan seluruh warga, Ketua RT, RW dan Kepala Kedusunan yang ada di wilayah Desa Kertajaya, agar bersama-sama memberikan edukasi kepada warga supaya mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam pada musim hujan.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh perangkat desa dan kadus agar tetap siaga dan aktif melakukan monitoring di wilayahnya masing-masing,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi, kemarin (15/3).

Lebih lanjut ia menjelaskan, di wilayah Desa Kertajaya memiliki lima kedusunan. Yakni, Kedusunan Tipar, Cigadog, Kiara Koneng, Sampora dan Kedusunan Cikeresek. Namun, dari semua kedusunan yang ada di wilayah Desa Kertajaya, terdapat satu kedusunan yang rawan terjadinya bencana alam. Yakni, Kedusunan Cigadog.

“Setiap intensitas curah hujan tinggi, di wilayah Kedusunan Cigadog itu, pasti terjadi bencana longsor. Ini terjadi lantaran selain lokasi pemukiman penduduk berada di daerah perbukitan, juga kondisi tanahnya sangat labil. Sehingga, saat diguyur hujan tanah tersebut langsung longsor.

Bahkan, pada beberapa tahun terakhir beberapa rumah warga sempat tergerus longsor dan material longsoran menutupi akses lalu lintas,” paparnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh warganya, juga telah bekerjasama dengan seluruh stakehoalder. Seperti melakukan penanaman ratusan hingga ribuan bibit pohon di lokasi rawan bencana longsor.

“Untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, saya menghimbau kepada warga agar tidak membangun rumah atau tinggal di rumah yang lokasinya berada di daerah perbukitan dan daerah bantaran sungai,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.