APINDO Kabupaten Sukabumi Blak-blakan Tolak Program TAPERA, Ini Alasannya

Apindo Kabupaten Sukabumi

Beberapa alasan tersebut, kata Sudarno, karena, jangka waktu lamanya ikatan hubungan kerja para pekerja di perusahaan, relatif tidak sama dan belum tentu akan berlangsung lebih lama. Selain itu, akumulasi total nilai uang dari pembayaran iuran Tapera yang akan diterima oleh seorang pekerja, apabila telah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), baik itu karena usia pensiun, resign ataupun karena PHK, sangat dimungkinkan tidak akan Mencukupi untuk bisa membeli rumah.

“Iya, karena harga rumah Nilainya lebih Besar dari Nilai Uang Hasil TAPERA dan Harga Rumah juga akan terus meningkat pada setiap tahunnya,” timpalnya.

Untuk itu, DPK APINDO Kabupaten Sukabumi meminta kepada pemerintah, agar sebaiknya berfokus memperbaiki dan mengoptimalkan program-program untuk peningkatan kesejahteraan para pekerja yang sudah ada, tanpa harus penerbitkan Peraturan Perundang- Undangan baru yang dapat berdampak membahayakan perkembangan dan keberlansungan dunia usaha dan industri, khususnya sektor industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia.

“Hal ini juga dapat menurunkan daya tarik dan daya saing bagi para investor pengusaha untuk berinvestasi pada sektor industri di Indonesia, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *