SUKABUMI — Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan bersama Kapolres Sukabumi AKBP Samian turun langsung memantau titik-titik rawan kemacetan dan bencana di Kabupaten Sukabumi. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Exit Tol Bocimi Seksi 2 Parungkuda, yang kerap menjadi titik penyempitan arus kendaraan.
Irjen Rudi menegaskan, penyempitan jalur setelah keluar tol serta adanya perbaikan jembatan berpotensi menimbulkan antrean panjang. “Ini titik krusial yang sering terjadi penghambatan. Potensi double spot kemacetan harus diantisipasi,” ujarnya, Senin (8/12).
Selain lalu lintas, Kapolda juga mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Sukabumi masuk zona rawan longsor dan banjir bandang. “Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati dan stakeholder agar alat berat ditempatkan di lokasi rawan. Posko, peralatan, dan personel juga disiapkan,” tegasnya.
Dalam Operasi Nataru, Polda dan Polres fokus pada empat kerawanan: kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana. “Ini operasi kemanusiaan. Polisi harus lebih mengutamakan pelayanan humanis, bukan penegakan hukum yang tidak perlu,” tambah Rudi.
Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan, pihaknya menurunkan 974 personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub, BPBD, tenaga kesehatan, hingga relawan. Jalur utara seperti Simpang Ratu dan Simpang Caringin, serta jalur wisata selatan seperti Citepus, Karanghawu, dan Simpenan–Loji menjadi fokus pengamanan.
“Pasca keluar Tol Parungkuda jalur menyempit dan bertemu titik perbaikan jembatan. Kondisi hujan juga meningkatkan risiko kecelakaan. Kami imbau masyarakat hati-hati dan memastikan kendaraan serta pengemudi dalam kondisi fit,” jelas Samian.






