KABUPATEN SUKABUMI

Angin Kencang Terjang Bojonggenteng Sukabumi, Rumah Ujang Porak Poranda

×

Angin Kencang Terjang Bojonggenteng Sukabumi, Rumah Ujang Porak Poranda

Sebarkan artikel ini
Petugas P2BK Bojonggenteng Sukabumi
Petugas P2BK Bojonggenteng, saat meninjau lokasi rumah rusak setelah diterjang angin kencang di Kampung Pamatutan, RT 022/RW 009, Desa Bojonggenteng

SUKABUMI – Cuaca ekstrim yang melanda Sukabumi dan sekitarnya, menyebabkan atap bangunan rumah warga di Kampung Pamatutan, RT 022/RW 009, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Jumat (05/05) pagi.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra melalui Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi mengatakan, berdasarkan laporan petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) Bojonggenteng, atap bangunan rumah milik Ujang Asep itu, ambruk setelah diterjang angin kencang pada sekira pukul 06.00 WIB.

“Hujan disertai angin, mengakibatkan bagian atap rumah Pak Ujang Asep, ambruk karena kondisi atap rumahnya sudah agak lapuk,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi pada Jumat (05/05).

BACA JUGA:55 Rumah di Cidahu Sukabumi Rusak Disapu Puting Beliung

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat insiden tersebut. Hanya saja, pemilik rumah mengalami kerugian materil ditaksir mencapai Rp15 juta. Setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas BPBD dilapangan, sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Bojonggenteng dan aparatur pemerintah Kecamatan Bojonggenteng.

“Selain itu, petugas kita juga memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk meningkatkan kewaspasaannya saat cuaca ekstrim, karena dikhawatirkan dapat berpotensi menimbulkan bencana alam,” tandasnya.

Akibat kejadian tersebut, masih kata Daeng, rumah tersebut kini tidak bisa ditempati. Karena dikhawatirkan bangunan rumah tersebut, ambruk kembali. Terlebih lagi, bagian atap rumah milik Ujang Asep, kondisinya rusak. “

Iya, seluruh keluarga korban, terpaksa harus mengungsi ke rumah saudara terdekatnya. Rumah itu, diisi satu kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak empat orang,” pungkasnya. (Den)