Ditegaskan, Rubiyat, walaupun di lapangan tampak petugas kebersihan yang berusaha membersihkan sampah-sampah tersebut, namun jumlah petugas yang terbatas membuat proses pembersihan berjalan sangat lambat.
“Petugas kebersihan hanya satu orang yang bertugas pagi dan sore. Karena jumlah sampahnya sangat banyak, jadi butuh waktu lama untuk membersihkan seluruhnya,” terangnya.
Kondisi ini dianggap memprihatinkan bagi wisatawan, seperti dikatakan Dahlan (29) menurutnya pantai Citepus Muara sudah dianggapnya merupakan salah satu tujuan wisata unggulan di Palabuhanratu, sehingga dengan keberadaan sampah yang menumpuk dapat merusak citra kawasan wisata yang selama ini dikenal dengan keindahan pantai yang landai dan alamnya yang mempesona.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di hulu sungai, untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami harap warga di hulu sungai lebih peduli dan tidak membuang sampah ke sungai, karena dampaknya sangat besar. Selain merusak lingkungan, ini juga merugikan kawasan wisata yang menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang disini,” singkatnya. (ndi/d)






