“Penyakit lambung kronis yang diderita ayah sudah cukup lama, tapi karena sudah komitmen ngambil job, ayah tetap berangkat walaupun sebelumnya dilarang ibu,” ujarnya.
Jenazah pedangdut itu, dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Bantarmuncang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak sesuai permintaan beliau semasa hidup kepada keluarganya.
“Jauh-jauh hari sebelum meninggal, ayah meminta kelak dikuburkan di TPU Bantarmuncang. Jelas, kepergian ayah menjadi duka bagi seluruh keluarga,” terangnya.
Nurdin juga menceritakan, pasca keluar sebagai juara III pada kompetisi menyanyi Dangdut Mania 2006 silam. Pasca itu, panggilan bernyanyi panggung ke panggung selalu penuh setiap pekannya.
Bahkan, Nurdin melihat sosok ayahandanya tidak mengenal rasa lelah. “Ayah meninggalkan saya, adik dan ibu. Kami meminta kepada seluruh masyarakat Sukabumi agar mendokannya,” singkatnya.
Saepul Alam (38), warga Kelurahan/Kecamatan Cibadak mengaku cukup kehilangan sosok pedangdut yang humoris ini. Menurutnya, pasca keluar sebagai juara pada audisi dangdut, Agus Kenek menjadi kebanggaan warga Cibadak dan Sukabumi. Tentunya, kepulangannya ini menjadi duka bagi seluruh masyarakat sekitar.



