Menurut orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, hampir setiap harinya pemudik datang berbondong bondong ke Sukabumi. Hal ini bisa dilihat dari kepadatan kendaraan pada penghujung menjelang bulan suci Ramadhan ini, sangat tinggi.
“Bahkan pasar pun hampir penuh oleh masyarakat. Jadi mereka tidak mengenal virus saat besok akan puasa.
Seperti belanja daging dan belanja sembako datang ke pasar. Iya, saya juga sudah memantau situasi pasar. Dari komunikasi saya menggunakan android ternyata kepadatan pasar sangat tinggi,” paparnya.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi terus melakukan sterilisasi di wilayah perbatasan Sukabumi.
Selain itu, peran pemerintah kecamatan dan desa hingga RW serta RT terus dilibatkan untuk melakukan pengawasan di semua wilayah.
“Seluruh relawan dan aparat yang berkepentingan sampai RT dan RW akan terus memantau setiap warganya yang datang mudik.
Mereka akan mendata secara baik untuk menjadi bahan kebijakan dalam menyelesaikan persoalan sosial di lingkungannya. Iya, seperti seluruh camat yang terdata ODP nya tinggi kita kumpulkan dan kita gencarkan Siskamling 1x 24 jam.
Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya preventif dalam memutus penyebaran virus corona,” pungkasnya. (den/d)






