CURUGKEMBAR – Hama tikus mulai menyerang lahan pertanian yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Di Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, ratusan hektare sawah terancam gagal panen. Para petani pun berharap pemerintah turun tangan menangani ancaman hama ini.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, di Desa Merkartanjung ini terdapat 420 hektare pesawahan. Dari ratusan hektare tersebut, 40 persen diantaranya tanaman padinya diserang hama tikus. Para petani setempat sudah berupaya melakukan pembasmian, namun malangnya belum juga membuahkan hasil.
“Bahkan sekarang lebih parah serangannya,” ujar Sasmita (60), petani asal Kampung Cinangka, RT 4/3, Desa Mekartanjung saat dihubungi Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Selasa (19/6).Menurut Sasmita, ia dan juga petani lain sudah berupaya mengusir dan membasmi hama itu. Mulai dari memasang ranjau, menebar racun dan membakar semak-semak di sekitar sawah.
Namun, upaya yang dilakukannya itu sampai saat ini belum juga membuahkan hasil. Bahkan, serangan tikus akhir-akhir ini semakin merajalela. “Dua pekan terakhir ini saja, sekitar 9 hektare lebih sawah di Kampung Pasir Bitung diserang dan terancam gagal panen. Kami kewalahan membasminya,” imbuhnya.
Kepala Desa Mekartanjung, Rudi Kuswara mengatakan, di Desa Merkatanjung terdapat 420 hektare lahan pertanian padi. 40 persen diantaranya saat ini tengah diserang hama tikus. “Benar adanya itu. 168 haktare atau 40 persen dari 420 haktare sawah yang ada terancam gagal panen akibat serangan hama tikus itu,” timpal Rudi.
Musim panen tahun ini, sambung Rudi, para petani diprediksi bakal merugi. Sebab, sekitar 40 persen tanaman padinya dipastikan gagal panen lantaran serangan hama tikus tersebut. “Hama tikus sering menyerang bagian batang padi. Sehingga sebagian tanaman padi banyak yang mati,” ujarnya.



