SUKABUMI – Ratusan hektare lahan pesawahan warga di Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, terancam gagal panen. Pasalnya, saluran Daerah Irigasi (DI) Cipanumbangan yang berfungsi untuk mengairi lahan pesawahan warga rusak setelah diterjang bencana longsor pada beberapa hari lalu.
Kepala Desa Panumbangan, Lalan Jaelani kepada Radar Sukabumi mengatakan, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Saluran Irigasi Cipanumbangan jebol sepanjang 47 meter dengan ketinggian 20 meter.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir itu. Hanya saja, akibat saluran irigasi itu jebol telah mengancam sekitar 150 hektare lahan pesawahan warga di wilayah Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah terancam gagal panen,” kata Lalan kepada Radar Sukabumi pada Selasa (16/11).
Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panan, maka pemerintah Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah bersama puluhan warga, khususnya para petani setempat telah berinisiatif melakukan gotong royong untuk memperbaiki saluran irigasi yang jebol tersebut dengan peralatan seadanya.
“Sudah tiga hari terakhir kami bersama para petani disini membersihkan material longsor yang menimbun saluran irigasi itu dengan peralatan seadanya saja,” paparnya.
Menurut Lalan, saluran irigasi tersebut sangat vital untuk kebutuhan petani dalam mengiri lahan pesawahan warga. Untuk itu, ia bersama warga setempat berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk segera memberikan bantuan dalam memperbaiki saluran irigasi yang rusak diterjang bencana longsor tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dapat memperbaiki saluran irigasi yang rusak itu. Sebab, saluran irigasi ini merupakan akses vital warga untuk mengairi lahan pesawahan warga,” pungkasnya. (Den/d)






