KABUPATEN SUKABUMI

1.621 Calon Jemaah Haji Kabupaten Sukabumi Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2025

×

1.621 Calon Jemaah Haji Kabupaten Sukabumi Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2025

Sebarkan artikel ini
Kasi Penyelanggaraan Haji dan Umrah (PHU)
DIWAWANCARA: Kasi Penyelanggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Sukabumi, Abdul Manan saat diwawanacara Radar Sukabumi.

SUKABUMI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, mengklaim bahwa sebanyak 1.621 calon jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2025.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa seluruh proses persiapan tengah dimatangkan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) sesuai dengan SK Bupati Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

“Alhamdulillah, kemarin kita berkumpul di Pusbang Dai Cikembang dalam satu panitia sesuai SK Bupati untuk membahas persiapan teknis pemberangkatan haji tahun 2025. Panitia sudah mulai mengecek segala fasilitas, akomodasi, transportasi, hingga kelengkapan jemaah,” kata H. Abdul Manan kepada Radar Sukabumi pada Jumat (25/04).

Pemberangkatan jemaah haji tahun ini, sambung H. Abdul Manan, akan dilakukan dalam empat kloter, dimulai pada tanggal 3 Mei 2025. Seluruh proses pemberangkatan akan dipusatkan di Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Cikembang.

“Sementara untuk jadwal kloter, yakni Kloter 6 pada 3 Mei 2025 untuk pemberangkatan pertama, Kloter 18 pada 9 Mei 2025. Selanjutnya, Kloter 39 serta Kloter 56 untuk pemberangkatan terakhir,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Gedung Pusbangdai Cikembang akan menjadi pusat seluruh aktivitas keberangkatan. Fasilitas seperti gedung utama, pintu keberangkatan, asrama transit, gedung serbaguna, dan masjid telah dipersiapkan untuk menunjang kenyamanan calon jemaah.

Dari total kuota calon jamaah haji tahun 2025 di Kabupaten Sukabumi ini, sambung H. Abdul Manan, sekitar 5 persen merupakan jemaah berusia lanjut usia atau usia 70 tahun ke atas, bahkan ada yang berusia sekitar 91 tahun. “Meskipun berusia lanjut, kondisi kesehatan para lansia dikatakan cukup baik dan siap menjalankan rangkaian ibadah haji,” paparnya.

Pelaksanaan haji tahun ini juga melibatkan berbagai unsur pendukung seperti Dinas Perhubungan, Forkopimcam, Satpol PP, serta aparat pemerintah desa. Semua pihak berperan aktif untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan jemaah selama proses pemberangkatan.

“Kami berharap sinergi seluruh pihak dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah, agar ibadah mereka berjalan lancar dan khusyuk,” pungkasnya. (Den)