Lebih lanjut dia mengungkapkan, penggantian nama kampung juga akan berimbas pada penggantian segala identitas seperti KTP, Sertifikat Tanah, SIM, STNK, maupun identitas lainnya. Dan itu akan ada biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat.
“Kalau diganti nama berarti segala kartu identitas kami pun harus ganti, tidak lagi warga Kampung Biru,” ucapnya.
Menurut Maman, penggantian nama Kampung Biru terlalu dimasukkan ke dalam isu politik karena momennya sedang Pilkada.
“Mungkin bukan penggantian nama, hanya istilah. Saya tidak ngerti politik, mungkin ini dipolitisasi sehingga menjadi isu besar dan viral,” tandasnya.
[nif]



