“Setelah keliling, akhirnya ‘nemu’ tempat parkir dan ada petugas parkir pakai rompi di dalam. Keluar mobil langsung di minta uang ‘seikhlasnya’ karena udah bantu kasih aba-aba parkir. Kasih 2 ribu nggak mau. Kasih 5 ribu masih melengos, akhirnya petugas bilang 10 ribu,” ujarnya.
Setelah melaksanakan Shalat Isya, warganet tersebut mengaku bahwa dirinya kembali dimintai uang parkir.
“Balik ke parkiran mobil ternyata petugas parkir udah beda lagi orangnya. Namun, masih pakai rompi yang sama, dan minta lagi 10 ribu ‘seikhlasnya’. Karena malas debat, saya kasih 10 ribu,” ucapnya.
Tak sampai di situ saja, warganet tersebut juga harus kembali bayar parkir saat berada di pintu keluar. “Saya di pintu keluar bayar parkir lagi 5 ribu. Waktu saya saya bilang udah bayar 2 kali 10 ribu di dalam, petugas-nya hanya senyum-senyum aja,” tuturnya.
“Karena di luar macet, ada satu petugas pakai rompi yang bantu keluar. Sambil ngulurkan tangannya minta seikhlasnya lagi. Karena udah kesal, saya gak kasih,” katanya.
Bahkan dia menulis bahwa dengan pengalamannya itu Masjid Al Jabbar menjadi Masjid yang tidak akan dia kunjungi (lagi) dan tidak akan pernah dia rekomendasikan untuk dikunjungi.(*)






