Hanya saja, kali ini secara simbolis dilepas satu kontainer, karena keterbatasan tempat di Jalan Diponegoro yang juga menjadi tempat penyelenggaraan West Java Festival 2024.
“Sebetulnya per minggunya cukup banyak. Ini cuma simbolis, Rp2,6 miliar ke Amerika. Dan ini jadi pembangkit kebangkitan tekstil kita,” ujar Noneng. Total ekspor tekstil dari PT Daese Garmin setiap minggunya mampu mencapai Rp15,6 miliar. Hal ini menurutnya menjadi angin segar bagi industri tekstil Jawa Barat, di tengah ketidakpastian global akibat perang geopolitik.
Selain pelepasan produk jas satu kontainer milik PT Daese Garmin ini, tambah Noneng, ekspor serentak juga dilakukan di beberapa kota/kabupaten. “Ada beberapa kabupaten. Cirebon ada, rotan. Kalau barusan jas, pabrik dari Kiaracondong,” katanya.(*)






