Penanganan Stunting Diintegrasikan dengan Penanganan Kemiskinan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengintegrasikan upaya penurunan stunting dengan program penanggulangan kemiskinan dan ketahanan pangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengintegrasikan upaya penurunan stunting dengan program penanggulangan kemiskinan dan ketahanan pangan

BANDUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengintegrasikan upaya penurunan stunting dengan program penanggulangan kemiskinan dan ketahanan pangan sebagai langkah berkelanjutan peningkatan kualitas manusia di daerah itu.

Ketua Harian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jabar Iendra Sofyan mengharapkan dengan menurunkan angka kemiskinan, warga mampu memenuhi kebutuhan pangan.

Bacaan Lainnya

“Dengan kemiskinan turun, dan pangan terpenuhi, akan menjadi penentu penurunan stunting,” kata dia dalam Rembug Stunting Jabar 2024 di Bandung, Senin.

Menurut dia, upaya penurunan stunting selama ini cenderung menjadi agenda masing-masing, mulai pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Dia mengharapkan dengan skema intervensi integrasi maka penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif.

“Mulai sekarang kita fokus pencegahan stunting dengan penanggulangan kemiskinan dan ketahanan pangan, dari mulai program pusat sampai ke daerah,” ujar dia.

Untuk menjalankan skema terpadu tersebut, kata Iendra yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat itu, semua pihak harus fokus pada setiap langkah kerja.

“Yakni fokus permasalahan, fokus sasaran, lokasi, kemudian fokus intervensi,” katanya. Rembug Stunting merupakan tahapan yang diamanatkan kepada setiap daerah oleh Perpres Nomor 72 Tahun 2021. Jabar berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 2022 hingga 2023 sebesar kurang lebih empat persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *