JAWA BARAT

Nenek Sebatang Kara Butuh Perhatian

×

Nenek Sebatang Kara Butuh Perhatian

Sebarkan artikel ini

CIANJUR – Sungguh prihatin melihat nasib Nenek Uwe (84) warga Kampung Kandangsapi, RT 1/2, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah hampir puluhan tahun hidup sebatangkara di gubuk derita reyod. Imam Syamsul Ma’arif (67) adik ipar nenek paruh baya membenarkan, sudah cukup lama ditinggal suaminya hampir sekitar 25 tahun. Kasihan juga sehari-harinya tidak bekerja, hanya mengandalkan beberapa saudaranya setiap hari.

“Kondisi rumahnya sudah rusak nyaris ambruk panggung lagi, terbuat dari bahan bilik dan bahan seadanya asal tidak kehujanan dan kepanasan. Mau memperbaiki gubuk itu mah bukan rumah mana, kerja juga tidak. Sebetulnya kasihan juga perlu dibantu,” aku dia saat ditemui di kediaman Ema Uwe, Rabu (17/1/2018).

Bank bjb Tandamata

Gubuk nyaris reyodnya berukuran sekitar 3 x 2,5 meter, kondisinya sudah memprihatinkan perlu bantuan dari Pemkab Cianjur.“Kalau memang ada program Rutilahu seharusnya bisa masuk katagori, namun sampai detik ini masih belum juga ada bantuan dari mana pun juga,” ujar, Iman.

Hal lain diutarakan Aan (52) saudara lainnya, bila musim hujan genting rumah selalu bocor, dinding rumah secara keseluruhan dikelilingi bilik sudah pada rapuh dan bolong sebagian besar. Begitupun kaca jendela dan pintu seadanya, dulu pernah punya anak namun hal sudah meninggal juga.

“Intinya berharap ada bantuan dari pemerintah melalui program Rutilahu, sebelumnya pernah didata oleh pihak desa setempat. Tapi hingga detik ini masih belum ada realisasinya tidak kunjung tiba bantuan datang,” timpalnya diamini beberapa warga setempat.

Sementara, Budi (40) warga setempat memaparkan, setiap hari tidak ada penghasilan. Kalau makan, minum dan kebutuhan lainnya dibantu sama saudaranya. Hidupnya sudah puluhan tahun sebatangkara ditinggal suami cerai hidup, maka itu perlu adanya bantuan bisa diperhatikan.

“Nah, justru pemerintah dan dinas terkait harus memperhatikan warga seperti ini jangan sampai program rutilahu tidak tepat sasaran. Jangan sampai hanya warga memang mampu penerima bantuan dan miskin atau tidak mampu mana,” pungkasnya. (radar cianjur/mat)