Untuk menunjang wisata halal, Heri akan menggenjot fasilitas penunjang seperti, fasilitas beribadah hingga makanan. Menurutnya, wisman Timur Tengah termasuk wisatawan yang royal akan tetapi kritis terhadap fasilitas terutama dalam beribadah.
“Setiap hotel, tempat wisata harus difasilitasi tempat beribadah seperti masjid atau mushola, bahkan disetiap kamar harus ada petunjuk kiblat hingga alat beribadah termasuk Al-Quran,” katanya.
Bahkan kedepan disetiap tempat pariwisata dan hotel, disarankan memiliki pengingat untuk beribadah hal itu merupakan salah satu penunjang dalam membangun konsep wisata halal, termasuk jenis makanan.
“Kalau makanan harus ada label halal dan dipisahkan dengan wisatawan asing yang non muslim, kedepan juga disetiap tempat wisata ada pengingat beribadah ketika memasuki waktu salat lima waktu,” ujar Heri.
Konsep wisata Halal sendiri, menurutnya akan terus digalakan, bahkan Bidang Pariwisata terus mensosialisasikan kepada hotel, pengelola wisata hingga travel agent. Di Purwakarta sendiri, Wisatawan asing yang mendominasi masih dari Asia Barat seperti, Tiongkok, Jepang dan Korea akan tetapi semakin meningkatnya wisatawan Timteng, Heri akan terus mensosialisasikan wisata halal.
“Kita terus doyong upaya tersebut,bahkan kita sudah mensosialisasikan,untuk hari ini terbesar wisman dari Asia Barat seperti Jepang, Tiongkok dan Korea tetapi meningkatnya kedatangan wisman Timteng dan kebanyakan menginap disini kita terus genjot wisata halal di Purwakarta,” tandasnya.
[nie]



