SMKN 3 Bogor Diisukan Minta Sumbangan Rp3 Juta, Bakal Diperiksa Polisi

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila

BOGOR – Jajaran Polresta Bogor Kota bakal melakukan pemeriksaan kepada pihak sekolah terkait  isu meminta sumbangan kepada para siswa yang mencapai Rp3 juta per tahun di SMKN 3 Bogor.

Hal itu disampaikan langsung Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila. Menurut dia, pihaknya sudah menerima laporan terkait dengan aduan sumbangan kepada siswa yang mencapai Rp3 juta di SMKN 3 Bogor.

Bacaan Lainnya

“Kita sampaikan pelaporan tersebut sudah kita terima, laporan itukan dari keluhan dari orangtua, dan juga medsos,” kata Kompol Rizka Fadhila kepada wartawan, Rabu (18/10/2023).

Adanya laporan tersebut, dijelaskan Kompol Rizka Fadhila akan menjadi dasar untuk melakukan klarifikasi kepada pihak SMKN 3 Bogor. “Intinya untuk menjadi dasar klasifikasi dari pihak sekolahnya,” ucap Kompol Rizka Fadhila.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Kota Bogor Wakapolresta Bogor Kota AKBP Eko Prasetyo mengaku sudah menerima aduan terkait isu meminta sumbangan kepada para siswa di SMKN 3 Bogor. “Insya Allah kita akan cek ke sana,” tukas dia.

Sebelumnya, heboh di media sosial sejumlah siswa SMKN 3 Bogor dimintai sumbangan yang dipatok senilai Rp3 juta per tahun.

Sumbangan itu diklaim untuk memenuhi delapan standar pendidikan di SMKN 3 Bogor, yang memerlukan anggaran Rp4 miliar pertahun.

Musababnya, anggaran tersebut tidak dicover melalui bantuan operasional sekolah (BOS). Hal inipun memicu aksi protes dari sejumlah orang tua siswa.

Salah satu orang tua siswa mengaku keberatan dengan adanya sumbangan yang dipatok sebesar Rp3 juta oleh komite SMKN 3 Bogor.

Saat ini, pihaknya sudah mengajukan keringanan Ke Komite Sekolah terkait dengan adanya sumbangan tersebut.

“Ya kalau saya sih keberatan. Karena kan di kelas sebelumnya juga ada sumbangan juga yang belum dilunasin,” kata orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya. “Ini tiba-tiba ada lagi sumbangan di kelas berikutnya,” sambung dia.

Adapun, berikut rincian sumbangan senilai Rp3 juta, yang sudah ditetapkan berdasarkan dalam rencana kerja dan anggaran sekolah (RKAS), yakni pengembangan standar isi Rp97,118 pengembangan standar proses, pengembangan standar proses Rp1.186.660, pengembangan standar kelulusan Rp405,885.

Kemudian, pengembangan standar sarana dan prasarana Rp776,364, pengembangan standar pengelolaan Rp57,393, pengembangan standar pembiayaan Rp164,907.

Lalu, standar tenaga pendidik dan kependidikan Rp233,772, terakhir untuk pengembangan dan implementasi sistem penilaian Rp84,258.

Selain itu, tabungan anak untuk kegiatan akhir tahun sebesar Rp2,1 juta dengan rincian Rp1,5 juta untuk fild trip ke Jogjakarta, Rp500 ribu untuk wisuda, dan Rp100.000 untuk ujian TOIEC.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Sekolah SMKN 3 Bogor Widi Astuti membantah rincian tersebut dikeluarkan oleh Komite Sekolah. Menurut dia, rincian anggaran tersebut mungkin dikeluarkan oleh kordinator kelas (korlas).

“Komite tidak pernah membuat rincian, ini (surat edaran) korlas, itu idenya korlas karena kami bekerjasama dan kami punya grup, dan korlas sangat mendukung,” kata Widi Astuti saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/10/2023).

Namun demikian, Widi Astuti tak membantah jika ada sumbanga terkait dengan pemenuhan kebutuhan sekolah yang tidak tercover dari bantuan operasional sekolah (BOS) untuk tahun pelajaran 2023-2024.

“(Kebutuhan) untuk praktik, ekstrakurikuler, praktik hanya sebagian karena yang dari pemerintah hanya operasional saja,” ucap dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *