HJB ke-540, Wali Kota Bogor Berkuda hingga Nonton Layar Tancap

Wali Kota Bogor, Bima Arya
Wali Kota Bogor, Bima Arya akan menunggangi kuda bersama Forkopimda pada puncak HJB ke-540, Jumat (3/6/2022).

KOTA BOGOR – Kegiatan puncak Hari Jadi Bogor atau HJB ke-540 Jumat (3/6/2022), dimeriahkan dengan sejumlah acara. Mulai dari pembuatan KTP, akte lahir, helaran atau festival budaya, hingga layar tancap di Alun-Alun Kota Bogor.

Dalam acara helaran HJB ke-540 sore ini sekitar pukul 15:30 WIB, akan ada penampilan iring-iringan rombongan berkuda yang ditunggangi Forkopimda Kota Bogor. Salah satunya, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman mengatakan, serangkaian kegiatan kebudayaan, dan pagelaran seni disiapkan untuk memeriahkan HJB ke-540.

Forkompinda akan mengunjunggi sejumlah rumah sakit untuk mengecek bayi yang lahir bertepatan Hari Jadi Bogor. Sekaligus Wali Kota memberikan Akte Kelahiran.

Pukul 09.00, digelar Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Bogor. Dalam rapat paripurna menggunakan bahasa Sunda, dilakukan secara tatap muka dan siaran langsung (live) melalui saluran Youtube DPRD.

“Ada banyak kegiatan, sebelum ke Alun-alun Kota Bogor itu akan berkuda didampingi 8 unsur pimpinan Muspida. Mulai dari Balai Kota Bogor,” kata Atep, Jumat (8/6/2022).

“Danrem, Dan ATS, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim, Dandenpom hingga Ketua PN akan ikut menunggangi kuda,” ucapnya.

Kemudian, menurut Atep, rombongan ini juga akan didampingi para istri dari unsur Muspida yang menaiki delman. “Termasuk bu Sekda dan Kajari. Total rombongan delman ini ada 6,” ucapnya.

Sementara, sambung Atep, sisanya dari unsur perwakilan OPD yang diwakili pimpinan mereka masing-masing, perwakilan 6 kecamatan, budayawan, sanggar seni hingga seniman akan berjalan kaki.

Adapun, dijelaskan Atep, rute iring-iringan rombongan dalam helaran ini akan melintas dari Balaikota Bogor mengarah ke Jalan Juanda hingga ke Alun-alun Kota Bogor.

“Perkiraan memakan waktu sekitar 15-20 menitan. Yang lama itu di Alun-alunnya,” kata Atep menambahkan.

Diakui Atep, memang ada perbedaan konsep helaran yang dilaksanakan pada peringatan HJB ke-540 tahun ini. Di mana, helaran yang biasanya dimeriahkan dengan iring-iringan mobil hias, namun untuk tahun ini tidak ada.

Hal itu terjadi karena kondisi saat ini masih dalam pandemi Covid-19, di tambah keterbatasan SDM hingga persiapan yang terbatas.

“Sekarang konsepnya agak berbeda nih karena memang nuansanya kan masih dalam pandemi covid,” ucapnya.

Kemudian, dilanjutkan Atep, setelah rombongan helaran sampai di Alun-alun Kota Bogor mereka akan langsung duduk di panggung acara, untuk menyaksikan pentas pagelaran seni yang dilaksanakan kurang lebih 1,5 jam.

“Pagelaran seni ini diikuti masing-masing kecamatan. Mereka bawa dondang atau semacam atraksi gitu lah,” jelasnya.

“Nuansa yang ditampilkan itu lebih ke nuansa seni yang menggambarkan potensi yang ada di masing-masing kecamatan. Semisal Bogor Tengah mengangkat tema keberagaman yang isinya ada pecinaan, Barongsai dan sebagainya,” paparnya.

Sedangkan Kecamatan Bogor Selatan memilih konsep nuansa Sunda, Bogor Utara nuansa religi dan lain sebagainya. “Intinya ada tematiknya lah setiap kecamatan itu atraksinya,” imbuhnya.

Setelah pagelaran seni, unsur Muspida ini akan meninjau pameran UMKM berupa bazar makanan dari pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kota Bogor.

Kemudian, acara puncak peringatan HJB ke-540 yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Bogor ini akan ditutup dengan kegiatan nonton bareng layar tancap.

“Film yang ditampilkan ada dua, seperti film keluarga cemara yang sesuai visi misi Kota Bogor yakni kota ramah keluarga, dan satu lagi film preman pensiun,” tukasnya. (ded/radar bogor)

Reporter : Dede
Editor : Yosep

Pos terkait

Tinggalkan Balasan