BOGOR– Pembangunan Masjid Agung masih jauh dari harapan masyarakat Kota Bogor. Pasalnya, progres pembangunannya kembali harus molor dari waktu yang ditargetkan.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya sudah menjanjikan, pembangunan untuk tahap pengerjaan atap itu akan rampung, awal Februari.
Itupun setelah pengerjaan itu juga diperpanjang karena melenceng dari target akhir tahun.
Kini, target penyelesaian Masjid Agung itu kembali terkendala. Hal itu memaksa pemkot Bogor harus kembali memperpanjang pengerjaannya.
“Memang target pertama itu sampai tanggal 5 Februari, tetapi kemudian karena ada masalah teknis, terutama dari produksi enamelnya (material atap), ada kelangkaan disitu,” tandasnya, usai memantau kembali pembangunan masjid tersebut, Selasa (16/2).
Ia beralasan, persoalan teknis itu menjadi force majeure yang memaksa “extra time” untuk target yang telah ditetapkan pemkot Bogor. Bima menekankan, bakal mengawasi pengerjaannya hingga benar-benar selesai.
“Saya awasi betul itu setiap progresnya. Memang kemarin ada perpanjangan karena ada force majeure tadi ya, kelangkaan dari bahan bakunya makanya bisa diperpanjang,” dalih lelaki yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ini. (mam)






