Kabupaten BOGOR

Kisah Hari Darmawan, Bos Matahari Sebelum Meninggal

×

Kisah Hari Darmawan, Bos Matahari Sebelum Meninggal

Sebarkan artikel ini

“Tak berlebihan jika kita sebut beliau sebagai Bapak Ritel Indonesia. Beliaulah yang meletakkan fondasi ritel nasional. Sebagai dewan penasihat, beliau tak henti-henti mendorong semangat peritel,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey kepada Jawa Pos kemarin (10/3).

Roy menegaskan bahwa seluruh keluarga besar Aprindo sangat merasa kehilangan dengan kepergian sosok pelopor ritel tanah air yang juga pernah menjabat ketua umum Aprindo pada 2000-2004 tersebut. Banyak pesan Hari Darmawan yang membekas di benak Roy. Salah satunya adalah bagaimana dia begitu bersemangat menyampaikan bahwa industri ritel lokal di Indonesia harus tampil. Tak boleh kalah oleh pengusaha ritel luar negeri.

Bank bjb Tandamata

“Peritel lokal harus menjadi juara di Indonesia. Kalau bisa juga cari kemungkinan untuk ekspansi ke mancanegara,” ujar Roy menirukan ucapan Hari Darmawan pada sebuah diskusi kala itu.

Untuk mendorong mimpi tersebut, lanjut Roy, Hari Darmawan kerap menghubungkan pelaku ritel lokal dengan para pengusaha ritel luar negeri. Juga, direkomendasikan untuk melihat contoh-contoh ritel maju di negara lain supaya pelaku ritel lokal bisa menyerap ide model bisnisnya. “Kita didorong untuk berani ekspansi. Kami mengenal beliau sebagai inspirator dan konseptor yang selalu punya semangat untuk maju dan berinovasi,” tambah Roy.

Berstatus founder di tengah usahanya yang berkembang pesat, Hari Darmawan dikenal tak segan untuk rajin turun langsung guna mengontrol operasional bisnisnya. CEO Sogo Department Store Handaka Santosa menyebutkan bahwa bukan pemandangan yang asing melihat Hari Darmawan mondar-mandir di department store-nya. Bahkan pada weekend atau hari besar sekalipun.

“Jadi, saat itu saya tanya, beliau sebagai owner kan sudah memiliki direktur, manajer, dan sebagainya. Kenapa masih keliling sendiri? Beliau menjelaskan bahwa weekend adalah bisnis yang besar untuk ritel. Pengunjung jumlahnya bisa double atau triple. Jadi, beliau ingin tahu bagaimana dengan customer beserta keluhannya,” kenang Handaka.

Handaka pun mengaku pernah dekat dengan Hari Darmawan saat bersama-sama menjadi pengurus di asosiasi ritel. Saat Hari Darmawan memimpin Aprindo, Handaka menjabat sekretaris jenderal sehingga sering menghabiskan waktu untuk berdikusi dengan mendiang.