“Pada 1990-an titik ini menjadi arus utama kota Bogor. Ketika tahun 2015 kami melakukan kajian dan muncullah kebijakan sistem satu arah diberlakukan sistem satu arah di seputar Istana. Tapi ternyata titik ini adalah titik penyempitan utama,” jelasnya.
Saat itu, Bima mengatakan pihaknya telah meminta kepada pemerintah kota untuk melebarkan jalan tersebut sejak 2015 lalu, namun pada 2023 hal itu baru terealisasi, lantaran Covid-19.
“Baru kemudian pada awal tahun ini jembatan ini dibangun. Jembatan ini dibangun selama 7,5, bulan perjalanan yang, tidak mudah, Bapak Presiden, karena warga harus cukup bersabar. Bukan saja bersabar karena kemacetan yang ditimbulkan akibat pengaturan lalu lintas, tetapi juga berkurangnya pendapatan warga,” pungkasnya.(*)






