“Seleksi tenaga kerja itu kadang-kadang ada tes matematika dasar. Misalnya hitungan sederhana, tetapi saat menjawab lupa sehingga tidak lulus. Kalau begitu ya nanti dikursuskan saja,” kata Dedi.
Menyikapi realitas tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen mengintensifkan program pelatihan keterampilan dan standardisasi kompetensi kerja. Langkah ini diambil guna menjamin tenaga kerja lokal mampu menyerap potensi ekspansi industri yang tumbuh masif di berbagai daerah.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun, atau 109,9 persen dari target. Capaian itu naik 18,21 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp251,14 triliun, menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.(*)






