Gara-gara Ini, Pendapatan Sopir Angkot Merosot

Ilustrasi sopir angkot

RADARSUKABUMI.com – Kehadiran sejumlah angkutan online di Purwakarta mengakibatkan turunnya pendapatan sopir angkutan kota (angkot) setiap harinya.

Sejumlah sopir angkutan 07 mengaku saat ini untuk mendapatkan penumpang sangat sulit, dikarenakan pelajar yang menjadi andalan penumpang angkot saat ini terpecah menggunakan tranpostasi online.

Bacaan Lainnya

”Sekarang banyak anak-anak sekolah yang lebih memilih ojek online, jadi kebagi penumpangnya sama kita disini,” terang Asep, salah satu sopir angkot 07, trayek Maracang-Purwakarta.

Ia juga mengaku, dalam sehari sopir angkot pendapatan Rp200 ribu, pendapatan itu nantinya disetor ke pemilik angkutan kota Rp100 ribu.

”Sisanya untuk bensin 70 ribu, selebihnya jadi pendapatan bersih dan paling banyak pendapatan bersih mencapai Rp50 ribu. Pendapatan segitu gak cukup untuk makan, terlebih untuk biaya sekolah anak,” keluhnya.

Sementara satu pengguna angkot asal Kelurahan Nagri Tengah Shifa, mengatakan, biasa menggunakan angkot sehari-hari untuk berangkat kerja.

”Untuk berangkat dan pulang kerja pakai angkot, karena dirasa lebih praktis gak perlu pakai aplikasi dan lebih murah dari transportasi online,” paparnya.

Namun, dari segi kenyamanan, tambahnya, angkutan online lebih menjadi primadona, disamping sopirnya yang tak ugal-ugalan juga ramah terhadap para penumpang.

”Kalau sopir angkot paling hanya diem, terus banyak yang bawa mobilnya ugal-ugalan, tapi kalau sopirnya udah berumur biasanya ramah dan bawanya tak ugal-ugalan,” paparnya.

Menurut hasil survei Radar Karawang dari 25 penumpang angkot, didominasi oleh kalangan perempuan dengan jumlah 13 sementara laki-laki 12. Dari kalangan pelajar, lebih banyak menggunakan transportasi angkot ketimbang karyawan ataupun PNS serta profesi lainnya.

(RK/ris/pojokjabar/izo/rs)

Pos terkait