Tinjau Pembangunan Pesantren Yatim dan Dhuafaa di Kadudampit, Abdul Muiz Harap  Dongkrak kualitas SDM

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Abdul Muiz melakukan peninjauan lapangan pembangunan Pesantren Yatim dan Dhuafaa di Desa Cipetir Kadudampit.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Abdul Muiz melakukan peninjauan lapangan pembangunan Pesantren Yatim dan Dhuafaa di Desa Cipetir Kadudampit.

SUKABUMI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Abdul Muiz melakukan peninjauan lapangan pembangunan Pesantren Yatim dan Dhuafaa di Desa Cipetir Kadudampit. Dengan adanya pembangunan tersebut dirinya berharap adanya pembangunan Pesantren Yatim dan Dhuafaa bisa berkontribusi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di provinsi tersebut.

“Karena kalau kita turun ke pesantren, jangankan fasilitas, kesejahteraan guru ngaji juga masih minim. Padahal sama-sama memberikan ilmu kepada peserta didiknya, maka dari itu kita dari Provinsi Jawa barat lahirkan perda Pesantren. Dengan adanya Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, peran pesantren dalam pembangunan di Jawa Barat bisa lebih ditingkatkan,” kata Abdul Muiz.

Bacaan Lainnya

Keberadaan pondok pesantren turut mempersiapkan SDM Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan handal dengan dilandasi iman dan takwa serta kokoh. Khusus di Jabar, lanjutnya, pondok pesantren sangat berperan besar dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan agama.

“Pesantren ini berkontribusi menyiapkan generasi bangsa Indonesia yang Islami, bukan hanya dari sisi ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki prilaku, akhlak, dan budi pekerti yang baik”, ujar Abdul Muiz.

Dari sekitar 29 ribu pesantren di Indonesia, kata dia, sebanyak delapan ribu lebih pesantren atau 28 persen berada di Jabar dengan jumlah santri yang hampir mencapai 800 ribu orang.

Namun Abdul Muiz menyayangkan perhatian pemerintah yang belum optimal bagi pengembangan pondok-pondok pesantren tersebut. “Terdapat lebih dari 8.000 pesantren di Jawa Barat, dimana pesantren menyelenggarakan pendidikan baik setingkat MI, MTs, maupun MA, untuk melahirkan calon-calon penerus bangsa ke depan yang apa bedanya dengan yang sekolah negeri?,” ujar Abdul Muiz.

Kemudian Pemprov Jabar juga harus menyelenggarakan pembinaan, pemberdayaan, dan fasilitasi, terhadap pengembangan pesantren sehingga pesantren bisa meningkatkan kontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Sehingga kita harus punya database yang jelas, inventarisir, dan punya program terhadap penguatan pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.(adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *