DPRD JABAR

Soal TKW Disekap di Irak, Fraksi PKB Minta Segera Dipulangkan

RADARSUKABUMI.com – Sebanyak 7 orang tenaga kerja wanita asal Jawa Barat yang mana di antaranya 2 berasal dari Sukabumi dan Kabupaten Karawang terlantar di perbatasan Irak dan Turki, masuk ke Wilayah negara Irak.

Menyikapi hal tersebut, DPRD Jabar meminta peran aktif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk bisa mengadvokasi dua warga Jabar tersebut.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar, Sidkon Djampi mengatakan bahwa Fraksi nya berharap ada peran pemerintah dalam hal pemulangan Dua TKW asal Karawang tersebut.

“Kami melihat disini negara harus hadir, dan harus mendapingi warganya yang terlantar di negara lain,” jelasnya, Senin (14/10).

Anggota DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati mengatakan bahwa permasalahan ini harus disikapi serius.

“Gubernur tidak boleh berdiam diri, karena ini Warga Jabar juga,” terangnya diruang Fraksi PKB DPRD Jabar.

Pria yang menjadi anggota DPRD Jabar dari Dapil Karawang ini, menyatakan bahwa masalah dua TKW ini terlantar di Irak, ia akui bahwa ilegal.

“Intinya sekarang jangan melihat hal ilegal atau legal dulu. Kita memprioritaskan kepulangan dulu,” jelasnya.

Dirinya mengapresiasi peran Bupati Karawang yang bergerak cepat.

“Pak Emil (Gubernur) juga harus aktif. Apalagi beliau banyak jaringannya di Turki,” jelas Rahmat.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menganggarkan Rp500 juta khusus untuk membantu TKI bermasalah di luar negeri.

“Tapi anggaran ini digunakan sesuai kebutuhan,” ujar Cellica, Senin (14/10/2019).

Cellica mengatakan, anggaran ini dialokasikan penggunannya sebagai bentuk antisipasi. Dana tersebut juga untuk membantu kepulangan TKI bermasalah tersebut.

Seperti pada kasus sebelumnya, kata Cellica, ia bahkan harus mengeluarkan uang pribadi membantu kepulangan TKI bermasalah.

Untuk itu, kini ia sudah mengantisipasinya agar ada dana khusus untuk membantu TKI bermasalah.

“Karena tidak ada anggaran, saya menggunakan anggaran saya pribadi,” katanya.

Untuk diketahui, korban perdagangan manusia asal Jawa Barat ternyata ada sebanyak tujuh (7) orang.

Hal ini diungkap salah satu korban perdagangan manusia di salah satu sudut kota di Irak, Septiani Almukaromah.

Gadis lulusan SMK Industri Mandiri Karawang ini menyebut ada 1 korban dari Bogor, 3 dari Karawang, 2 Sukabumi, 1 Cianjur.

“1 Karawang, dia daerah Dengklok yang mau ke laut, teh, saya baru inget,” katanya.

(pojokjabar/izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *