DPRD JABAR

Soal Siswa Dikirim ke Barak Militer, Lina Ruslinawati: Kami Mendukung Pak Gubernur!

×

Soal Siswa Dikirim ke Barak Militer, Lina Ruslinawati: Kami Mendukung Pak Gubernur!

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati saat mendampingi Dedi Mulyadi
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati saat mendampingi Dedi Mulyadi. (Tangkapan Layar)

SUKABUMI — Program pendidikan karakter di barak militer yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terus menjadi sorotan publik. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Lina Ruslinawati, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut, dengan alasan bahwa pembinaan di barak militer dapat membantu mengatasi masalah tawuran pelajar dan meningkatkan kedisiplinan siswa.

Menurutnya, Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan karakter bagi siswa tingkat SMA dan SMK melalui pendekatan kedisiplinan ala militer. Para siswa yang mengikuti program ini akan menjalani berbagai pelatihan, termasuk Latihan fisik dan mental untuk meningkatkan ketahanan diri, Pendidikan kebangsaan guna memperkuat rasa nasionalisme dan Pembinaan moral dan etika yang diberikan oleh instruktur berpengalaman.

Bank bjb Tandamata

Menurut Lina Ruslinawati, banyaknya kasus tawuran pelajar di Jawa Barat menjadi alasan kuat untuk mendukung program ini. Ia menilai bahwa pendekatan militer dapat membantu membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Meskipun mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Lina Ruslinawati, program ini juga menuai kritik dari berbagai kalangan. Pakar pendidikan dari Universitas Airlangga menyoroti potensi risiko kekerasan fisik dan diskriminasi terhadap siswa yang mengikuti program ini. Selain itu, pengamat pendidikan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai bahwa pendekatan militer bukanlah solusi jangka panjang untuk masalah pendidikan.

Sejumlah orang tua siswa bahkan melaporkan kebijakan ini ke Komnas HAM, dengan alasan bahwa pendekatan militer tidak sejalan dengan prinsip pendidikan yang bertujuan membimbing dan mengarahkan bakat anak-anak. Namun, di sisi lain, banyak orang tua yang merasa anak-anak mereka mengalami perubahan positif setelah mengikuti program ini.

Pemerintah daerah diharapkan terus mengevaluasi program ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta tanpa mengabaikan aspek pendidikan yang lebih humanis. Lina Ruslinawati juga mendorong adanya kajian lebih lanjut mengenai efektivitas program ini serta dampaknya terhadap perkembangan psikologis siswa.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan program ini dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi muda yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.(adv)