DPRD JABAR

Lina Dorong Kopi Jabar Eksis Bersaing di Kancah Dunia

SUKABUMI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati mendorong keberadaan plasma nutfah jenis Kopi bisa bersaing di kancah dunia.

Pasalnya, penjajah datang ke Indonesia khususnya Jawa Barat pertamanya adalah menanam kopi. Menurutnya, kopi Jawa Barat sangat terkenal dibelahan dunia.

“Kenapa mereka (orang eropa red) minat dengan kopi kita, karena tanah kita subur. Nah, sekarang kopi kita seperti ditelan bumi. Sampai saat ini, kopi kita masih dicari oleh pasar luar negri, sementaranya barangnya tidak ada. Dari sana saya ingin melestarikan plasma nutfah ini. Ya mungkin, kopi bukan dari negara kita, tetapi faktanya sekarang kopi kita diminati, “jelas Lina kepada radarsukabumi belum lama ini.

Dirinya mengatakan, petani kopi saat ini lebih sejahtera ketimbang petani lainnya. Sekalipun masa tanammnya membutuhkan waktu yang lama, tapi kesetabilan harganya terjaga. Tanaman, kopi ini akan memberikan investasi yang luar biasa jika dijalankan.

Negara kanada merupakan peminum kopi ketiga di duia, yang mereka inginkan adalah kopi Jawa Barat bukan yang lain. Bahkan dirinya diminta beberapa negara untuk memenuhi pangsa pasarnya. Pasalnya mereka tau bahwa kopi jawa barat merupakan kopi terbaik.

“Yang jadi masalah, orang banyak meminta. Tapi barangnya tidak ada, maka kami kedepan akan merembukan untuk permasalah ini untuk mencari solusi terbaik agar bisa memenuhi permintaan mereka, “bebernya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini kondisi petani asal untuk langsung dijual ke daerah lain. Oleh daerah lain diberikan label kopi daerahnya, Tak sedikit petani kita menjual kopinya ke Aceh dan lampung. Disana dikemas dan di branding kopi Gayo Aceh dan Lampung padahal itu kopi dari kita.

Dirinya tidak menyalahkan, tetapi mari kita benahi bersama-sama. Julukan kopi Jawa Barat untuk dunia bukan isapan jempol belaka. “Ayo kita harus bangga dengan identitas khas hasil pertanian kita sendiri, jangan sampai mereka yang memiliki keuntungan kita yang menanamnya keuntungan hanya sedikit.

Untuk kedepan stop menjual produk ke luar daerah, karena permintaan dari negara lain juga masih terbuka lebar, “tegasnnya. (hnd/adv)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button