Dijelaskan Umar, rombongan yang mengalami kecelakaan mengakibatkan Sri meninggal dunia adalah rombongan koperasi hendak pulang ke Tangsel usai jalan-jalan. “Bude dan keponakan mantu saya ikut jadi korban meninggal kecelakaan,” tuturnya.
Lalu tambah Umar, alasan mantunya ikut karena memang kedekatan sama budenya yang waktu remaja tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan.
“Almarhum besar di Ciputat, kalau asal dari Boyolali. Sekarang tinggal Idham anak saya, tinggal di Depok. Kebetulan korban masih warga Ciputat,” kata dia,
Umar menambahkan, jenazah Sri tiba di Tangsel pukul 09.00 wib langsung dimakamkan di Taman Pemakaman Lugoso, Ciputat bersama bude dan keponakanya. “Mantu saya tak dikubur masal, satu lubang kuburan satu,” bebernya.
Diketahui kecelakaan maut bus pariwisata yang terguling pada Sabtu (10/02) sekitar pukul 16:00 wib, di tanjakan Emen itu merenggut korban jiwa 27 orang, luka berat 8 orang dan luka ringan 10 orang.
Sementara itu, pihak Jasa Rahaja pukul 10:00 Wib, pagi, Minggu (11/2) telah menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris yakni suami Sri, Idham Firmasyah. Santunan yang diserahkan sebesar Rp50 juta.





