PURWAKARTA – Delapan jamaah calon haji asal Kabupaten Purwakarta, batal menunaikan ibadah haji tahun ini. “Alasannya bervariasi. Salah satu di antaranya, yakni ada sebagian dari mereka tak bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH),” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Tedi Ahmad Junaedi, belum lama ini. Menurutnya, selain tak bisa melunasi BPIH, ada juga di antaranya calon haji yang mutasi ke daerah lain.
“Sampai pelunasan BPIH gelombang dua selesai, ada sejumlah calon jamaah yang tak kunjung menyelesaikan pembayaran biayanya. Serta, ada yang minta mutasi ke daerah lain,” kata Tedi.
Dia menjelaskan, awalnya kuota haji tahun ini untuk Purwakarta mencapai 744 jamaah. Akan tetapi, ada delapan orang calon jamaah yang pemberangkatan ditunda. Dengan begitu, calon jamaah yang siap berangkat totalnya menjadi 736 warga. Tedi menuturkan, dari 736 calon jamaah haji yang siap berangkat terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Yaitu, kloter 20 dengan jumlah 410 calon jamaah haji. Serta, 326 calon jamaah haji yang tergabung dalam kloter 58.
Untuk Kloter 20 sendiri, sambung dia, akan dilepas dengan titik kumpul di Lapangan Yon Armed Pasopati pada 22 Juli sekitar pukul 00.20 WIB dini hari. Kemudian, tiba di Embarkasi Bekasi sekitar pukul 02.20 WIB. Setelah itu, mereka akan take off dari Bandara Soetta, pada 23 Juli sekitar pukul 20.20 WIB.
Sedangkan, untuk calon jamaah haji yang masuk kloter 58, bergabung dengan calon haji dari Kabupaten Bogor. Kelompok ini, akan meninggalkan Purwakarta pada 3 Agustus mendatang. Para jamaah ini, juga dilepas di Lapangan Yon Armed Pasopati, sekitar pukul 12.15 WIB. Kemudian, tiba di Embarkasi Bekasi sekitar pukul 14.15 WIB. Serta, take off dari Bandara Soetta, 4 Agustus sekitar pukul 08.15 WIB.
Tedi menambahkan, mulai tahun ini jamaah haji asal Jabar tidak harus menunggu pemeriksaan di imigrasi Arab Saudi. Pasalnya, pemeriksaan imigrasi Arab Saudi, sudah bisa dilakukan di Embarkasi Bekasi. “Kalau tahun sebelumnya, saat proses pemeriksaan imigrasi ini, lamanya antara lima sampai enam jam. Kini, ketika sampai bandara Arab Saudi, jamaah haji kita hanya menunggu sejam saja, setelah itu bisa langsung melaksanakan ibadah,” ujar Tedi.
Namun demikian, tambah dia, layanan pemeriksaan imigrasi Arab Saudi ini baru dilakukan di tiga Embarkasi saja. Yakni, Embarkasi Bekasi (Jabar), Embarkasi Jakarta (DKI Jakarta) dan Embarkasi Surabaya (Jatim). Embarkasi lainnya, masih menggunakan layanan lama. Layanan ini, tujuannya untuk memersingkat waktu tunggu saat proses pemeriksaan.
[bon]




