JAWA BARAT

Dedi Mulyadi Akui Betah Tinggal di Lembur, Mayoritas Pedapatan Disebar ke Warga Sekitar

×

Dedi Mulyadi Akui Betah Tinggal di Lembur, Mayoritas Pedapatan Disebar ke Warga Sekitar

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi saat berdialog dengan CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu di Lembur Pakuan Sukadaya Subang
Dedi Mulyadi saat berdialog dengan CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu di Lembur Pakuan Sukadaya Subang

Lebih luas ia menjelaskan, yang paling penting di Indonesia adalah dari sisi regulasi keuangan.

Bank bjb Tandamata

“Distribusi keuangannya tidak beres, uang diambil di kampung-kampung di seluruh Indonesia dikumpulin di Jakarta lalu dibawa ke luar negeri,” tegas mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut.

Dedi Mulyadi menegaskan, uang yang dari kampung harus tetap beredar di kampung sehingga perekonomian tetap hidup.
“Yang jadi problem ekonomi kapitalisasi itu kan pengangkutan aset orang-orang kecil dikolektif menjadi milik orang-orang besar dan oleh mereka dibawa ke tempat lain,” tegas dia.

Dedi Mulyadi berharap, setiap orang punya kapasitas membangun kampung dan menata lingkungan desanya.
“Problemnya, orang senang jalan-jalan ke luar negeri ngambil apartemen di Jakarta yang nongkrong tiap hari di restoran-restoran mahal,” jelas dia. (*)