Irvan pun mengungkapkan, alat test swab antigen untuk guru PPPK diperbolehkan melakukan pengajuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Pasalnya, akan banyak guru yang akan mengikuti tes tersebut. Sehingga Cianjur sangat memerlukan stok lebih alat tes usap. “Yang ikut pasti ribuan, mungkin terpakai semua. Kita belum lihat di lapangan tapi digratiskan semua,” paparnya.
Sebelumnya sempat dikabarkan peserta tes CPNS pun mendapat swab test antigen gratis. Namun, dirinya menjelaskan bahwa pada beberapa hari sebelumnya terdapat informasi yang simpang siur dan masih belum pasti. “Tapi kami mendapatkan penegasan bahwa digratiskan untuk guru berdasarkan surat Kemendikbudristek,” jelasnya.
Peserta tes CPNS masih bisa melaksanakan swab antigen di puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dengan biaya Rp100 ribu. “Ini menjadi screening sebagai bagian dari persyaratan dan upaya pencegahan karena kondisi ujian yang lama walaupun dengan prokes tapi persyaratan ini bisa membuat peserta lebih aman. Mencegah klaster intinya,” tutupnya. (kim)






