Pelanggaran Izin, Lahan Pertanian Berubah Jadi Industri

CIANJUR – Terhitung sudah hampir beberapa kali masa tergabung dalam Cianjur Aktivis Independen (CAI) Kabupaten Cianjur, melakukan aski unjuk rasa (unras) melalui audensi damai mengenai maraknya industri di lahan pertanian.

Pihaknya menilai, keluhan selama ini yang dilontarkan seakan tidak digubris dan diabaikan Pemkab Cianjur.

Bacaan Lainnya

Direktur Eksekutif CAI Cianjur, Farid Sandy mengatakan, banyak dugaan pelanggaran izin pembangunan di Cianjur.

“Tetap mendesak beberapa dinas terkait untuk tidak mengeluarkan izin untuk pembangunan pabrik atau industri, baik itu di Kecamatan Ciranjang, Haurwangi, Karangtengah, Sukaluyu dan Cianjur sekitarnya memang merusak lahan pertanian selama ini,” tegas dia, Jumat (19/1/2018).

Pihaknya menyebutkan, pabrik yang berdiri banyak berdekatan dengan pemukiman warga, sehingga khawatir terjadi adanya pencemaran lingkungan seperti polusi udara dan hal lainnya. Selain itu ada dugaan pelanggaran izin sejumlah pembangunan perumahan di Cianjur.

“Kami minta Satpol PP Cianjur untuk bisa menutup kegiatan tersebut dan mendesak dinas terkait menindak secara tegas, para pengusaha yang melakukan kegiatan tidak sesuai dengan peruntukannya,” timpal, Farid.

Sementara, Ketua Barisan Tameng Rakyat (Batara) Cianjur, Tirta Jaya Pragusta alias Sodikkami memaparkan, berkaitan dengan izin yang keluar setelah moraturium bupati, pihaknya minta mencabut izin yang telh ditertibkan, karena tidak berdasarkan regulasi dan aturan yang ada. Apabila tidak ada sangsi atau tanggapan dan tindakan, ada dugaan kuat dinas terkait main mata atau konspirasi dengan para pengusaha nakal.

“Kami juga akan audensi bersama Komisi I DPRD Cianjur menindaklanjuti semua permasalahan sampai saat ini dinilai masih jalan ditempat alis mandul,” ungkapnya.

(radar cianjur/mat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan