Lanjutnya, N pun menerima uang sebesar Rp1 juta dari R sebagai ungkapan terimakasih karena permasalahan tersebut bisa diselesaikan.
“Saya berapa kali pernah menayakan kepada suami apa betul kerja sebagai anggota polisi, tapi suami bilang dirinya hanya diperbantukan di Polres Cianjur. Saya pernah menanyakan juga mengenai seragam tersebut, untuk apa seragam polisi dan jawabannya itu karena diperbantukan di polres,” ungkapnya.
Dirinya pun tidak menyangka hal ini akan menjadi malapetaka bagi suaminya, sehingga harus berurusan dengan pihak kepolisian. Sebelumnya suami D melamar kerja ke salah satu rumah sakit, namun tidak dipanggil. Sehingga dengan uang yang dimiliki N membeli seragam Polri. Hal tersebut membuat D merasa curiga.
“Saya enggak tau tetangga dan lingkungan rumah bisa mengatakan bahwa suami saya anggota polisi, disebut komandan disebut pak polisi,” tuturnya. (kim)






