Sementara itu, salah seorang warga Cipanas Dedi (37) mengaku, adanya sejumlah bus yang melintas ke arah puncak dan sebaliknya, dirinya merasa tidak setuju. Belum lagi, menurutnya jika di jalur tersebut terjadi hal yang tidak diinginkan kembali, seperti longsor atau amblas jalan.
“Belum juga diresmikan oleh pemerintah, baik dibuka atau masih ditutup, ko sudah bisa lewat-lewat gitu aja. Apalagi kan angkum semacam itu, cukup rentan juga kalau di jalur puncak,” katanya.
(dan)






